Pemerintah Kabupaten Boltim Advertisment

Bupati Sachrul Sambut Kunjungan Tim Visitasi Sulut di RSUD Pratama Ambang Boltim

TAJUK BOLTIM – Tim visitasi dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bersama Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) Sulut, melakukan visitasi kelayakan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Ambang Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), guna menuju Rumah Sakit tipe D.

Kunjungan tim visitasi tersebut dihadiri langsung Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto S.Sos M.Si serta sejumlah pimpinan OPD Pemkab Boltim, Jumat (7/10/2022).

Adapun tim visitasi yang datang melakukan penilaian di RSUD Pratama Ambang yakni terdiri dari Ketua ARSADA Provinsi Sulut Dr. dr. Abeng Elong M.Kes, Kepala Seksi Yankes Rujukan Dinkes Provinsi Dr. Harto, Kepala Seksi Yankes Primer dan Tradisional, Dr. Jefry dan Teguh Wijono bidang Yankes Rujukan Dinkes Sulut.

Kepala Dinas Kesehatan Boltim, Saifudin Gobel mengatakan bahwa kegiatan visitasi tersebut untuk uji kelayakan kenaikan kelas RSUD Pratama Boltim menuju ke tipe D oleh Dinkes Kabupaten, Provinsi dan ARSADA.

“Kegiatan visitasi hanya satu hari, tim hanya datang menilai apakah RSUD Pratama sudah memenuhi syarat untuk naik tipe. Rumah sakit ini awalnya RSUD tipe D Pratama, alhamdulillah dari hasil visitasi tadi RSUD Pratama Ambang diumumkan berhak mendapatkan ijin operasional tipe D dengan memperoleh nilai yang tinggi yakni 93 lebih,” ungkap Saifudin.

Lanjut Saifudin, tim visitasi juga menyampaikan terkait adanya kekurangan-kekurangan yang sifatnya tidak terlalu besar.

“Tadi sesuai arahan bapak bupati, insha allah akan dipenuhi semua,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, jika sudah menjadi tipe D, maka RSUD Pratama Boltim sudah bisa bekerja sama dengan pihak BPJS Kesehatan.“Kalau sudah tipe D, berarti kita sudah bisa melakukan kerjasama dengan BPJS Kesehatan,” jelasnya.

Dirinya berharap pelayanan di RSUD Pratama Boltim akan semakin baik, sebab persyaratan-persyaratan teknis sudah terpenuhi.

“Untuk pelayanan saat ini masih rawat jalan, insha allah rawat inap tinggal menunggu pembangunan limbah medis atau IPAL selesai. Saat ini IPAL masih sementara proses, jadi kalau IPAL sudah mulai jalan serta persyaratan lain sudah terpenuhi sebagian, maka untuk rawat inap sudah mulai jalan,” pungkasnya.