Pemerintah Kabupaten Boltim Advertisment

ASN Boltim Wajib Menggunakan Pakaian Adat Bolaang Mongondow

TAJUK BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si, menginstruksikan pengunaaan pakaian adat Bolaang Mongondow kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Tenaga Harian Lepas (THL) setiap hari Kamis.

Sebagaimana instruksi Menteri Dalam Negeri, Nomor 11 Tahun 2020 tentang pakaian dinas ASN di lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah dan untuk meningkatkan kedisiplinan, motivasi kerja, identitas daerah serta kewibawaan ASN di lingkungan Pemkab Boltim.

Penggunaan pakaian dinas Pemkab Boltim, tertuang dalam surat instruksi yang ditanda tangani Bupati Kabupaten Boltim, Sam Sachrul Mamonto dengan Nomor :10/BMT/149/IX/2022. Menariknya, dalam instruksi tersebut pada hari Kamis, disebutkan bahwa para ASN dan THL Pemkab Boltim harus menggunakan pakaian adat Bolaang Mongondow atau Baniang dan Salu.

Instruksi Bupati tersebut dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Rezha Mamonto Selasa (20/9/2022).

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 11 Tahun 2020 tentang penggunaan pakaian dinas, setiap hari Kamis Pemda diberikan kewenangan untuk mengatur pakaian dinasnya sendiri.

“Sehingga Pemda Boltim mengkhususkan setiap hari Kamis semua ASN wajib menggunakan pakaian adat khas daerah Bolaang Mongondow yakni Baniang merupakan pakaian laki-laki dan Salu adalah pakaian perempuan. Sebelum menetapkan penggunaan pakaian adat khas daerah, sudah terlebih dahulu melalui kajian dan petunjuk dari Pak Bupati,” ujarnya.

Tujuan penggunaan pakaian adat Bolaang Mongondow, agar semua ASN yang ada di Boltim dengan berbagai macam suku mulai dari suku Mongondow, suku Minahasa, suku Sangihe, suku Gorontalo, suku Jawa, dan suku Bugis lebih mengenal adat dan budaya daerah Boltim.

“Ini untuk identitas dan semuanya mengenal adat budaya Boltim, dan bertujuan untuk melestarikan kearifan lokal, sekaligus mengali sejarah, juga mengembangkan potensi wisata budaya Mongondow,” jelasnya.