Pemerintah Kabupaten Boltim Advertisment

Soal Dua Kepala Sekolah yang Diganti, ini Kata Bupati Boltim

TAJUK BOLTIM – Bupati Bolaang Mongondow Timur Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si memberi apresiasi atas sikap kedua mantan kepala sekolah yang diganti atas sikap siswi yang yang melakukan goyangan erotis pada acara perayaan HUT RI Ke-77 lalu.

Kedua Kepala sekolah yang diganti tersebut telah meminta maaf kepada Pemerintah dan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut).

Apresiasi Bupati kepada kedua orang Kepala sekolah yang diganti tersebut dituangkan dalam tulisan oleh Bupati pada beranda media sosial Facebook beliau secara pribadi, atas sikap mereka yang berani dengan tegas meminta maaf dan tidak melemparkan tanggung jawab tersebut dengan mencari kambing hitam. Berikut ucapan apresiasi Bupati Sam Sachrul Mamonto kepada kedua kepala sekolah tersebut.

“Ini pantas dicontoh, walaupun kehilangan jabatan, tapi kedua Kepala sekolah yang diganti menunjukan sikap teladan, dengan gentle mengakui kesalahan dan meminta maaf ke publik, mereka sadar bahwa seorang pemimpin harus berjiwa besar, saya salut dengan mereka, mungkin Allah menyiapkan sesuatu yang lebih baik sebagai hikma dari kejadian ini.

Sangat jarang orang yang ingin bertanggung jawab pada suatu masalah biasanya orang akan saling melempar tanggung jawab dan mencari kambing hitam, saya bangga dan menaruh hormat kepada kalian berdua.

Semoga ini menjadi contoh bagi seluruh kepala sekolah bahwa bukan jabatan yang harus diutamakan tapi moral dan mental anak didik yang harus diutamakan sebab mereka adalah generasi penerus. Salam hormat saya untuk Pak guru Lutfi Bazmul S.Pd dan Ibu guru Unggu Altje.

“Tarian Goyang bento adalah tarian erotis biasanya dilakukan oleh stripstis. Hindari boltim dari degradasi moral, jaga masa depan anak anak kita dengan mengawasi mereka menggunakan HP, agar kelak mereka bisa membanggakan orang tua dan bangsa,” demikian tulis Bupati dalam akun Facebook pribadinya pada Jumat 19 Agustus 2022.

Selain itu bupati juga mengakhiri tulisan dengan tagar Cekal Goyang Bento di Boltim, sebagai tanda perlawanan terhadap degradasi moral di boltim akibat dari Goyang yang dianggap erotis oleh masyarakat. (*)