Pemerintah Kabupaten Boltim Advertisment

Syaiful Umbola Dukung Pemkot Terkait Relokasi Pedagang Pasar Serasi

TAJUK KOTAMOBAGU – Langkah Pemerintah Kota (Pemkot) Kotamobagu untuk melakukan relokasi pedagang Pasar Serasi, ke pasar yang berada di Kelurahan Genggulang mendapat dukungan dari Syaiful Umbola, salah satu Tokoh masyarakat Kelurahan Gogagoman, Kecamatan Kotamobagu Barat.

Menurut Syaiful, relokasi pedagang Pasar Serasi merupakan langkah tepat.

“Pasar Serasi itu sudah 2 kali terbakar, sehingga memang bangunannya sudah tidak layak lagi, makanya perlu dilakukan perbaikan disana. Makanya, pedagang yang ada disitu, ikutilah pemerintah. Pada dasarnya saya mendukung apa yang diambil oleh Pemkot Kotamobagu,” ungkap Papa Ewin, sapaan akrab Syaiful Umbola.

Mantan Lurah Gogagoman itu juga mengajak pedagang untuk mendukung relokasi pedagang Pasar Serasi yang dilakukan Pemkot Kotamobagu.

“Pemerintah tidak jahat, mereka hanya menginginkan yang terbaik untuk masyarakat, terutama pedagang yang ada di sekitar situ,” ujar Syaiful.

Lanjut Syaiful mengatakan, Pasar Serasi untuk saat ini tidak layak untuk ditempati.

“Kalau tidak dibuat begitu, pasar itu begitu terus, sudah 2 kali terbakar. Jadi kalau boleh, mari kita dukung apa yang dilakukan pemerintah,” katanya.

Saiful menambahkan, dia sudah pernah mengunjungi dan melihat pedagang yang telah pindah ke Pasar Genggulang.

Di mana menurutnya, kondisi pedagang disana sudah cukup kondusif.

“Saya juga ke pasar genggulang, pedagang disana juga sudah bagus. Tapi memang biasa itu, karena mungkin sudah cukup lama tidak pindah di satu tempat, mungkin ada pengaruhnya, tetapi tidak besar, paling 1sampai 2 bulan akan pulih lagi,” tuturnya.

Saiful pun berharap agar pedagang yang masih bertahan di Pasar Serasi untuk akomodatif, dan mengikuti langkah pemerintah.

“Selaku mantan Lurah, saya setuju apa yang dilakukan Pemkot, kita harapkan pedagang menyadari itu, kalau begitu terus mau dipertahankan, maka wajah Kotamobagu, apalagi wajah Gogagoman hanya seperti itu juga seterusnya,” pungkasnya.