UPT BP2MI Sulut Kunjungi Akademi Keperawatan Rumkit Tingkat III Manado

81

MANADO – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Wilayah Sulawesi Utara (Sulut), mengunjungi Akademi Keperawatan Rumah Sakit (Rumkit) Tingkat III, Manado, Selasa (8/3/2022).

Kunjungan kerja Tim UPT BP2MI Sulut yang dipimping langsung oleh Hendra Makalalag tersebut, untuk berkoordinasi, serta membahas rencana kerja sama peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dalam rangka penyiapan Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI).

Menurut Hendra, saat ini beberapa negara di Eropa dan Asia sedang gencar mencari tenaga kerja khususnya di bidang kesehatan, untuk itu UPT BP2MI Wilayah Sulut turut gencar melakukan sosialisasi ke beberapa lembaga pendidikan bidang kesehatan, untuk menjalin kerjasama dalam hal penyiapan CPMI untuk di tempatkan di negara-negara yang sedang membutuhkan.

“Saat ini demand atau permintaan pekerja di bidang kesehatan sedang tinggi-tingginya, khususnya di Jepang, Jerman, serta beberapa negara di Timur Tengah, karena di negara mereka sedang terjadi kekurangan tenaga kerja bidang kesehatan ini. Maka dari itu, kami mengajak Akper Rumkit Tkt. III manado untuk bekerja sama, dalam hal peningkatan kualitas SDM dalam rangka penyiapan CPMI, agar ketika ditempatkan, mereka sudah siap,” jelas Hendra.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Hendra memaparkan bahwa UPT BP2MI Wilayah Sulut telah mengusulkan ke manajemen Akper Rumkit Tk. III Manado, untuk memasukkan bahasa Jepang pada kurikulum tingkat akhir, agar para lulusan yang ingin bekerja ke Jepang sudah memiliki skill bahasa yang dibutuhkan, dan siap untuk bekerja disana.

“Saat ini Jepang paling banyak memiliki demand untuk ditempatkan disana sebagai nurse dan careworker melalui program Government to Government ( G to G) Jepang, dan Specified Skilled Worker (SSW). Tetapi salah satu kendala utama penempatan ke Jepang adalah masalah bahasa. Jika CPMI sudah dilatih semenjak masih di bangku kuliah, ketika para mahasiswa ini lulus, mereka sudah tidak perlu lagi mencari lembaga pelatihan bahasa, karena mereka telah memiliki skill yang dibutuhkan.” ujar Hendra.

Direktur Akper Rumkit Tk. III Manado, dr. Bambang Setiawan, menyambut baik kunjungan dari UPT BP2MI Wilayah Sulut, dan menyatakan bahwa pihaknya akan segera menindaklanjuti kerjasama dengan BP2MI.

“Kerjasama ini pastinya menguntungkan semua pihak. Para lulusan dari Akper Rumkit Tk. III Manado dapat terserap dengan baik, dan dapat bekerja di Jepang dan Jerman sebagai nurse dan careworker, pada saat yang sama dapat mengurangi tingkat pengangguran,” pungkas Bambang. ***

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.