Yasti Beri Apresiasi Atas Gelar Magister yang Diraih Bupati Boltim

162

Tajuk.News, Bolmong – Bupati Bolaang Mongondow (Bolmong) Yasti Soepredjo Mokoagow, memberikan apresiasi kepada Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto, atas diraihnya gelar Magister Sains (M.Si) dari Universitas Sam Ratulangi Manado.

Menurutnya, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto (SSM) perlu menjadi role model dan motivasi anak muda di Bolaang Mongondow Raya (BMR).

“Sejujurnya saya kagum, salut atas pencapaian akademis yang dilakukan oleh Sahrul. Ditengah kesibukannya memimpin pemerintahan di Boltim. Sahrul tak lupa memperkuat kapasitas sumber daya manusianya dengan menyelesaikan studi Magister di Universitas Sam Ratulangi,” ujar Yasti.

Lanjut mantan ketua Komisi V DPR RI ini, tak mudah melakukan dan membagi waktu kuliah dengan aktivitas memimpin pemerintahan daerah. Terlebih dimasa pandemi sekarang ini.

Bupati Yasti Soepredjo Mokoagow yang sukses membawa Kabupaten Bolaang Mongondow meraih predikat WTP untuk pertama kalinya ini mengatakan bahwa Sahrul adalah contoh pemimpin yang pembelajar, menghargai proses dan tidak instan.

“Saya tahu Sahrul aktif mengikuti perkuliahan sejak beliau masih bekerja di Bank Sulut-Go. Agak tersendat karena mencalonkan diri jadi kepala daerah. Dan kemudian lanjut lagi kuliah setelah memastikan terpilih sebagai bupati,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yasti menegaskan bahwa Sachrul adalah contoh anak muda yang harus dijadikan role model, dan motivasi bagi anak muda BMR untuk tidak berpikir instan dalam mencapai gelar akademis.

“Tak sedikit pejabat atau mereka yang punya uang mengambil gelar S1 atau S2 dengan cara instan, tanpa mengikuti proses perkuliahan sebagaimana mestinya dan tiba-tiba orang mendengar sudah S2, di universitas atau lembaga pendidikan yang tidak jelas,” katanya.

Yasti mengajak pemuda BMR untuk menjadikan Sahrul sebagai contoh dan teladan.

“Walaupun sudah menjadi top leader, bupati, dia tidak berhenti untuk belajar dan belajar. Dan itu dibuktikan dari pencapaian akademisnya,” tambahnya.

Diakhir penjelasannya, Yasti mengutip pendiri Ford Motor Company, Hendry Ford. “Seseorang yang berhenti belajar adalah orang lanjut usia, meskipun umurnya masih remaja. Seseorang yang tidak pernah berhenti belajar akan selamanya menjadi pemuda,” kuncinya.