Pemerintah Kabupaten Boltim Advertisment

Warong Kopi Binangoan Hibur Pengunjung Dengan Alat Musik Kulintang

108

Tajuk.News, KOTAMOBAGU – Diding Paputungan, warga Desa Poyowa Besar Satu, Kecamatan Kotamobagu Selatan, mencoba peruntungan dengan menjalankan usaha warung kopi. Usaha yang diberi nama Warong Kopi Binangoan tersebut dilakoninya sejak tahun 2019.

Menurutnya, pengunaan kata Warong pada nama kedai miliknya, diambil dari keterbiasaan dari penyebutan masyarakat Bolaang Mongondow pada umumnya, agar mudah diingat dan dikenal.

“Penggunaan bahasa daerah, dalam pemberian nama Warong Kopi Binangoan, tidak memiliki makna apa pun, ia lahir begitu saja. Saat itu terlintas nama binangoan maka warung kopi ini saya beri nama Warong Kopi Binangoan,” ujarnya.

Berawal dari keseringan duduk di warung kopi, maka dia berinisiatif untuk membuka usaha Warong Kopi Binangoan dengan menggunakan bahasa daerah.

“Menu andalan di warung kopi tersebut ialah Keopi Binagoan. Untuk harga kopi termahal dibanderol dengan harga Rp 15.000, dan ada yang hanya Rp 5.000 per cangkir. Untuk stok biji kopi sendiri saya menggunakan biji kopi lokal. Selain itu, saya pesan biji kopi yang ada di daerah Aceh,” katanya.

Jika berkunjung di Warong Kopi Binangoan, pengunjung akan dihibur dengan lantunan alat musik tradisional daerah Bolaang Mongondow, yakni Kulintang dari Sanggar Gogaluman secara langsung. Bahkan pengunjung bisa mencoba belajar memainkan alat musik tersebut.

“Sanggar ini biasanya akan menghibur pelanggan yang datang pada malam Kamis dan malam Minggu. Saat ini selain pengurus sanggar, para anak muda yang berkunjung di sini juga mulai tertarik untuk belajar alat musik Kulintang. Ada juga pelanggan dari warga luar yang datang minum kopi dan belajar bermain alat musik Kulintang di warung kopi ini,” tutupnya.